Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

ANTARA GOSOK GIGI DAN GOSOK HATI

Setiap orang berpotensi mengidap penyakit lalai kepada sang penciptanya.  Hanya saja tidak banyak orang yang bisa menyadarinya Tahukah kamu bahwa Al Qur'an yang kita baca berpotensi untuk menyembuhkan penyakit lalai itu dari diri kita ? Dengan  istiqomah membaca Al Qur'an,  akan dapat menyegarkan ingatan kita akan kebesaran Allah. Itulah mengapa kita harus terus menerus membaca Al Qur'an.  Laksana gosok gigi yang juga kita harus lakukan setiap hari. Bagaimana jika jarang gosok gigi  ? Hm... Kotoran gigi bisa menebal.  Dan bagaimana, jika jarang baca Al Qur'an  ? Kotoran hati pun akan menebal pula Karena itu jangan sampai kalah baca Al Qur'an dengan gosok gigi.  Jika sudah gosok gigi,  gosok hatilah dengan tilawah Al Qur'an. Sudah gosok gigi hari ini ? ====== Inspirasi QS.  Yasin (36/6)

BERANI MENJUAL DIRI ?

Pernah mendengar kata-kata ini kan  ? Kedengarannya ga enak ya ? Karena menjual diri itu kesannya seperti PSK atau gigolo gitu. Namun faktanya banyak yang berani... 🙁 Tapi jangan buru-buru mengartikannya seperti itu. Kalau maksudnya seperti itu jangan pernah terlintas dalam pikiran kita. Lalu apa maksudnya menjual diri di sini ? Menjual diri di sini maksudnya adalah mengorbankan dirinya untuk meraih redha Allah. Hm.. kalau yang seperti ini tentunya sangat dibutuhkan sebuah keberanian yang kuat Allah berfirman : وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَالل...

PENGETAHUAN DAN PENGAKUAN KOSONG

Memang tiada jaminan sedikitpun bahwa setiap kata manis yang terucapkan dapat dibuktikan dalam kenyataan hidup ini. Istilah populernya adalah OMDO alias Omong Doang atau NATO alias Not Action Talk Only ! Karena itu berhati-hatilah dengan kata-kata manisnya. Boleh jadi, itu hanyalah sebuah jebakan semata tanpa makna sedikitpun. Inilah fakta yang menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak terjamin dengan amalnya. Demikian pula sebuah pengakuan tidak serta merta bisa dipegang kebenarannya. Tuhan pun telah menyatakan fakta kebenaran tentang hal ini. Sekalipun orang-orang fasik telah mengakui Allah sebagai pemberi rezeki, penata pendengaran dan pengelihatan, pencipta kehidupan dan kematian serta pengatur segala urusan, mereka tetap kekeh tidak mau bertakwa untuk melaksanakan segala ketetapanNya. Diinspirasi dari : 📚 Surat Yunus/10 : 31

JURUS KEBAHAGIAAN HIDUP

Setiap orang pasti memimpikan kebahagiaan dalam hidupnya. Tidak hanya saat ini di dunia, tapi juga di akhirat. Karena itu diperlukan kecerdasan diri untuk dapat meraih mimpi-mimpinya menjadi sebuah kenyataan. Di antara cara praktis mewujudkan impian hidupnya atau istilah lainnya " dreams come true" , yaitu dengan jurus ATM, yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Carilah orang-orang " sukses " di luaran sana dan lalu gunakan jurus ATMnya. Maka peluang kesuksesan akan lebih mudah untuk diwujudkan. Demikian pula bagi yang menghendaki rahmat Tuhannya, yakin dengan kedatangan hari akhir dan selalu ingat akan keagungaNya, Tuhan pun telah memberikan contoh sosok yang terbaik bagi umat manusia. Maka menggunakan jurus ATM untuk meneladani sosok tersebut dijamin kehidupannya akan bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin Diinspirasi dari : 📚 Surat Al Ahzab/33 : 21

KETIKA MERAIH KESUKSESAN DAN KEMENANGAN HIDUP

  Tidak jarang seseorang yang mengalami kesuksesan dan kemenangan dalam hidup merayakannya dengan sesuatu yang keliru. Sehingga nyaris rasa kebahagiaannya itu semakin menjauhkan dirinya dengan sang khaliq, Allah Swt Padahal Tuhan lah yang telah memberikan semua itu dalam hidupnya. Tetapi, di saat " perayaan "nya, seolah Tuhan dilupakan kehadirannya dan ditinggalkan begitu saja. Oleh karena itu, Tuhan telah mengajarkan kepada kita agar bertasbih dengan memuji Tuhannya dan beristighfar. Sebagai wujud syukur atas kebahagiaan itu dan sekaligus jangan sampai melampaui batas alias kebablasan ! Diinspirasi dari : 📚 Surat An Nashr/110 : 1-3

RAHASIA DIBALIK KEINDAHAN ALAM SEMESTA

Jika kepenatan hari-harimu begitu menyelimuti jiwa, cobalah sempatkan diri untuk mengunjungi alam yang indah. Pandang dan rasakanlah pesona keindahan alamnya, niscaya akan dapat menyejukkan mata dan jiwamu. Sayangnya, momentum yang begitu indah itu terlewatkan begitu saja oleh banyaknya permainan dan senda gurau yang tiada makna. Akibatnya, bisa dipastikan, jangankan kesejukan mata dan jiwa yang akan dirasakan, bahkan tidak ada hikmah dan pelajaran apapun yang bisa diambil darinya. Padahal Tuhan ciptakan keindahan alam semesta berupa hamparan bumi, kokohnya gunung ataupun pepohonan yang ada di dalamnya, di antara tujuannya adalah untuk diambil hikmah dan pelajaran darinya. Pertanyaannya, sudahkah kita mentadaburi alam saat kita bersilaturahim dengannya ? Diinspirasi dari : 📚 Surat Qof/50 : 7-8

BERHATI-HATILAH DENGAN KEKUASAAN !

Seseorang yang mempunyai kekuasaan diibaratkan sedang memegang madu dan racun di kedua tangannya sekaligus. Di tangan kanan adalah madunya dan di tangan kiri adalah racunnya. Madu di tangan kanannya akan berbuah manis untuk diri dan keluarganya, jika kekuasaan yang dimilikinya dilaksanakan dengan amanah. Ia akan mendapatkan kemuliaan dan kehormatan. Demikian sebaliknya, kekuasaannya akan menjadi racun yang mematikan diri dan keluarganya, jika ia berkhianat terhadap kekuasaannya. Ia akan mendapatkan kehinaan dan kehancuran. Itu di dunia. Bagaimana di akhirat kelak ? Demikianlah Tuhan memuliakan dan menghinakan seseorang dalam hidupnya dengan ujian berupa kekuasaan yang dimilikinya. Berhati-hatilah dengannya. Karena kekuasaan manusia pasti ada akhirnya ! Diinspirasi dari : 📚 Surat Al Imron/3 : 26

LARANGAN MENCATUT NAMA TUHAN

Melakukan suatu kesalahan yang dianggap sebagai sebuah kebenaran kadang dilakukan seseorang tanpa disadarinya. Hal ini boleh jadi karena ketidaktahuannya atau boleh jadi juga karena kecerobohannya. Bersumpah atas nama Allah untuk tidak melakukan kebajikan, ketakwaan dan perdamaian adalah sebuah tindakan yang bodoh lagi ceroboh. Parahnya lagi, ketika sumpahnya itu dipaksakan agar orang lain dapat menerimanya sebagai sebuah kebenaran ! Demikian larangan Tuhan agar jangan sampai namaNya dicatut dan dijadikan sumpah untuk hal-hal yang tidak benar dan mengada-ada. Karena Ia mengetahui segala sesuatunya. Bukankah kita pun tidak suka jika nama kita dicatut untuk sebuah ketidakbenaran ? Diinspirasi dari : 📚 Surat Al Baqarah/2 : 224

MENGASURANSIKAN KEBAHAGIAAN HIDUP

Tidak jarang ketimpangan berpikir manusia terjadi tanpa disadarinya. Ia rela berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kebaikan diri dan urusannya di hadapan manusia.Tapi ia lupa untuk melakukan semua itu di hadapan Tuhannya. Begitu kuatnya kesadaran dirinya, ia pun mengasuransikan kesehatannya, pendidikan buah hatinya sampai pada kejiwaanya. Tapi ironisnya, kesadaran untuk mengasuransikan kebahagiaan hidupnya setelah kematiannya nyaris terlupakan ! Padahal Tuhan telah mengingatkan kepada manusia agar mempersiapkan apa yang harus dilakukan untuk hari esok. Hari di mana akan menentukan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya setelah kematian di dunia. Pertanyaannya, Sudahkah kita mengasuransikan kebahagiaan hidup kita kelak ? Diinspirasi dari : 📚 Surat Al Hasyr/59 : 18

KARAKTER MU'MIN IDEAL

Setiap orang berhak untuk menyatakan jawaban dan sikap apapun yang diinginkannya dari sebuah pertanyaan atau ajakan. Walau kenyataannya setiap jawaban dan sikap itu bisa menjadi bahan penilaian bagi orang lain. Bukankah saat sekolah, para murid pun dinilai oleh gurunya melalui lembar jawaban yang mereka sudah selesaikan ? Sekalipun jawaban yang diberikannya tidak ada alias kosong sama sekali. Faktanya, seorang guru tetap harus menilainya ! Dan dalam konteks yang berbeda, seorang mu'min pun akan dinilai melalui kata-katanya. Hanya saja, Ia dapat memberikan jawaban dan sikap yang tepat. Itulah mu'min ideal. Dan Itu pula mengapa Tuhan katakan bahwa merekalah orang-orang yang beruntung dalam hidupnya. Karena mereka akan mengatakan pada setiap seruan kebaikan pada dirinya dengan ungkapan " سمعنا وأطعنا " ! Diinspirasi dari : 📚 Surat Annur/24 : 51

KETIKA CINTA DAN BENCI DALAM KEBINGUNGAN

Mencintai kebaikan dan membenci keburukan adalah suatu kemuliaan. Tetapi sebaliknya, mencintai keburukan dan membenci kebaikan adalah suatu kehinaan Terkadang rasa cinta dan benci akan sesuatu begitu kabur dan membingungkan. Disangkanya sesuatu itu baik, tapi ternyata begitu buruk. Demikian sebaliknya, disangkanya buruk, tapi ternyata sangat baik. Akhirnya, tidak sedikit orang yang terjebak karenanya dan lalu berakhir dengan penuh kekecewaan ! Demikianlah Tuhan menggambarkan tentang keterbatasan pengetahuan manusia. Karena itu bersandarlah kepadaNya jika kita berada dalam kebingungan. Sebab Dialah yang mengetahui mana yang terbaik ataupun yang terburuknya untuk kehidupan yang kita jalani ini Diinspirasi dari : 📚 Surat Al Baqarah / 2 : 216