Langsung ke konten utama

BERANI MENJUAL DIRI ?

Pernah mendengar kata-kata ini kan  ? Kedengarannya ga enak ya ? Karena menjual diri itu kesannya seperti PSK atau gigolo gitu. Namun faktanya banyak yang berani... 🙁

Tapi jangan buru-buru mengartikannya seperti itu. Kalau maksudnya seperti itu jangan pernah terlintas dalam pikiran kita.

Lalu apa maksudnya menjual diri di sini ? Menjual diri di sini maksudnya adalah mengorbankan dirinya untuk meraih redha Allah. Hm.. kalau yang seperti ini tentunya sangat dibutuhkan sebuah keberanian yang kuat

Allah berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

_" Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya "_ 2 : 207)

Perhatikan kata يشرى pada ayat tersebut. Secara leterlek pola fi'il mudhore ini maknanya adalah menjual. Dalam hal ini menjual diri untuk meraih redhonya Allah Swt

Siapakah sahabat nabi yang yang pernah menjual dirinya untuk meraih redhonya  Allah ? Lalu apa yang  telah  ia jual ?

Diceritakan pada suatu ketika seorang sahabat ingin hijrah bersama Rasulullah,  tetapi ia dicegah oleh orang-orang kafir Mekah.  Lalu ia diminta untuk memilih antara hijrah bersama Rasulullah,  tapi harta bendanya dikuasai oleh orang-orang kafir Mekah atau  tidak hijrah dan harta bendanya tetap dimilikinya.

Ternyata ia memilih hijrah bersama Rasulullah dan melepaskan semua harta benda yang dimilikinya ditahan dan dikuasai orang-orang kafir Mekah..

Inilah faktor penyebab turunnya ayat tersebut di atas. Di mana sahabat nabi ini dinyatakan sebagai seorang penjual diri karena telah  berniaga di jalan Allah. Dan begitu sahabat itu mendengar tentang sebab turunnya ayat tersebut terkait dengan amal yang dilakukannya ia begitu sangat terharu

Siapakah nama sahabat tersebut  ? Ia adalah Suhaib ibnu Sinan Ar-Rumi. Dialah seseorang yang disebut-sebut oleh rasulullah : 

" Suhaib telah beruntung dengan perniagaannya..."

Subhanallah....
Barang siapa yang menjual dirinya karena Allah,  maka berbahagialah...

=====
✍ Dinukil dari kitab tafsir Ibnu Katsir.

Komentar