Tidak jarang ketimpangan berpikir manusia terjadi tanpa disadarinya. Ia rela berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kebaikan diri dan urusannya di hadapan manusia.Tapi ia lupa untuk melakukan semua itu di hadapan Tuhannya.
Begitu kuatnya kesadaran dirinya, ia pun mengasuransikan kesehatannya, pendidikan buah hatinya sampai pada kejiwaanya. Tapi ironisnya, kesadaran untuk mengasuransikan kebahagiaan hidupnya setelah kematiannya nyaris terlupakan !
Padahal Tuhan telah mengingatkan kepada manusia agar mempersiapkan apa yang harus dilakukan untuk hari esok. Hari di mana akan menentukan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya setelah kematian di dunia. Pertanyaannya, Sudahkah kita mengasuransikan kebahagiaan hidup kita kelak ?
Diinspirasi dari :
📚 Surat Al Hasyr/59 : 18
Komentar
Posting Komentar